Bagaimana Iwan Fals bangkit dari kerusuhan jiwa dan menjadi saksi?
LEUWINANGGUNG
adalah sebuah desa yang mirip kebanyakan dusun Pulau Jawa, dimana ada
banyak rumah, beberapa sekolah, masjid, klinik, pepohonan dan
kerindangan bambu, madrasah ibtidaiyah, serta kantor lurah walau
Leuwinanggung tidak sama dengan desa-desa lain di Pulau Jawa karena di
sana berumahlah seorang dewa. Dia bernama Iwan Fals.

Sang dewa
ini tinggal di sebuah rumah besar, tanahnya 6.000 meter persegi, bagian
terbesar dipakai untuk sebuah toko, pendopo, sebuah panggung terbuka,
maupun kantor organisasi para penggemar si dewa bernama
Oi.
Sedang kediaman pribadi sang dewa dilengkapi studio musik, garasi mobil
(termasuk bus), rumah tinggal, serta kebun dengan rumput tercukur rapi.
Suatu
sore September lalu, Iwan Fals menceritakan perkenalannya dengan
Leuwinanggung pada saya. “Tahun 1982 saya cari tanah di sini, maksudnya
untuk investasi saja,” katanya. Dia membeli tanah dari rezeki penjualan
kaset
Sarjana Muda yang diluncurkan 1981 dan terjual 300 ribu
buah. Kisah berikutnya, dia sekali-sekali datang dari Jakarta bersama
istrinya, mantan model Yos Rosana, menengok tanah mereka serta membawa
pulang buah-buahan dari kebun.