Iwan Fals, Dewa dari Leuwinanggung

Bagaimana Iwan Fals bangkit dari kerusuhan jiwa dan menjadi saksi?
 
LEUWINANGGUNG adalah sebuah desa yang mirip kebanyakan dusun Pulau Jawa, dimana ada banyak rumah, beberapa sekolah, masjid, klinik, pepohonan dan kerindangan bambu, madrasah ibtidaiyah, serta kantor lurah walau Leuwinanggung tidak sama dengan desa-desa lain di Pulau Jawa karena di sana berumahlah seorang dewa. Dia bernama Iwan Fals.

Sang dewa ini tinggal di sebuah rumah besar, tanahnya 6.000 meter persegi, bagian terbesar dipakai untuk sebuah toko, pendopo, sebuah panggung terbuka, maupun kantor organisasi para penggemar si dewa bernama Oi. Sedang kediaman pribadi sang dewa dilengkapi studio musik, garasi mobil (termasuk bus), rumah tinggal, serta kebun dengan rumput tercukur rapi.

Suatu sore September lalu, Iwan Fals menceritakan perkenalannya dengan Leuwinanggung pada saya. “Tahun 1982 saya cari tanah di sini, maksudnya untuk investasi saja,” katanya. Dia membeli tanah dari rezeki penjualan kaset Sarjana Muda yang diluncurkan 1981 dan terjual 300 ribu buah. Kisah berikutnya, dia sekali-sekali datang dari Jakarta bersama istrinya, mantan model Yos Rosana, menengok tanah mereka serta membawa pulang buah-buahan dari kebun.

Posted in , | Leave a comment

Denah Tempat Duduk Peserta dan Urutan Paket Soal UN 2012

Urutan tempat duduk Peserta Ujian Nasional 2012:


Urutan paket soal Ujian Nasional 2012:

Posted in , | Leave a comment

Kalahkan Arsenal, AC Milan Tatap Perempatfinal

Penampilan brilian ditunjukkan AC Milan dalam leg pertama babak 16 besar Liga Chammpions setelah berhasil mengalahkan Arsenal 4-0 di San Siro, Kamis (16/2) dini hari WIB. Gol dari Kevin Prince Boateng, Robinho (2) dan penalti Zlatan Ibrahimovic membuat satu kaki Milan berada di perempatfinal.


Dalam pertandingan kali ini, Milan tampil sangat mendominasi dan beberapa kali membahayakan gawang Arsenal yang dikawal Wojciech Szczesny. Puncaknya di menit 15, Kevin Prince Boateng berhasil memecah kebuntuan. Menerima umpan dari Nocerino di sisi kanan, gelandang Ghana itu mengontrol dengan dada dan melepaskan tembakan keras dari sudut sempit tanpa bisa dicegah Szczesny.

Posted in , | Leave a comment

Rasionalitas Ujian Nasional

Semester genap baru saja dimasuki tapi banyak sekolah, bahkan sejak jauh hari, sudah melakukan berbagai langkah strategis mengantisipasi pelaksanaan ujian nasional (UN) tahun ini. Kritik dan penolakan terhadap ujian itu silih-berganti mewarnai dunia pendidikan. Muncul segudang argumen kritis rasional pun demi mendukung penolakan itu.

Mereka menilai UN merampas kewenangan sekolah dalam menentukan kelulusan, juga tidak memenuhi kriteria akuntabilitas keadilan karena mencampakkan siswa tidak lulus sebagai korban yang dicap bodoh. Selain meningkatkan angka putus sekolah, UN dianggap menggagalkan Wajib Belajar 9 Tahun.

Yang cukup mendasar, pelaksanaan UN dinilai bertentangan dengan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sidiknas) dan keputusan Mahkamah Agung tanggal 19 September 2009. Dengan bersikukuh melaksanakan UN yang memboroskan anggaran (tahun 2011 Rp 667 miliar),  pemerintah dianggap menutup telinga atas masukan masyarakat pendidikan.

Posted in , | Leave a comment