Showing posts with label Negeri 5 Menara. Show all posts

Film Negeri 5 Menara, Siapa yang Bersungguh-Sungguh Akan Berhasil

Mulai tanggal 1 Maret 2012 kemarin, film Negeri 5 Menara ditayangkan di 38 bioskop di seluruh Indonesia, yakni di bioskop jaringan XXI, 21 Cineplex, dan Blitzmegaplex. Film yang diangkat dari novel laris dengan judul Negeri 5 Menara yang ditulis oleh Ahmad Fuadi itu berlatar belakang kehidupan pesantren anak-anak dari berbagai daerah di Indonesia.

Petualangan enam murid dalam film tersebut dikemas dengan sangat baik dan mendidik. Keenam anak itu belajar di Pondok Madani, sebuah pondok pesantren di Ponorogo, Jawa Timur. Mereka berusaha mewujudkan impian mereka masing-masing.

Posted in , | 2 Comments

Man Jadda Wajada Ala Romo Muji, Komaruddin, Hingga Yusuf Mansyur

Man jadda wajada alias siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil, menjadi ruh dalam film Negeri 5 Menara yang diputar perdana untuk umum hari Kamis (1/3/2012) ini. 3 Tokoh agama, Romo Muji Sutrisno, Prof Komaruddin Hidayat dan Yusuf Mansyur berbagi kisah man jadda wajada ala mereka. Seperti apa?

"Film ini menampilkan semuanya, kesederhanaan yang ditanamkan, berkeringat, berproses, tahan dengan kesabaran. Apa yang saya dapatkan sekarang ini sungguh bisa mewujudkan, mencintai Indonesia," ujar budayawan dan agamawan, Romo Muji Sutrisno.

Hal itu disampaikan Romo Muji usai acara pers screening film 'Negeri 5 Menara' yang digelar di Mal Pacific Place, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (29/2/2012) malam.

Romo Muji mengatakan dari kecil dirinya dididik keluarganya untuk mencintai Indonesia. "Bapak dan ibu, keluarga kami dirumah dididik mencintai Indonesia, mendengarkan pidato Bung Karno, menjadi Pramuka, demikian juga waktu di seminari, mencintai Indonesia yang banyak perbedaan agama dan suku," tutur Romo Muji.

Romo Muji yang sudah membaca buku 'Negeri 5 Menara' mengatakan background kehidupan buku itu di pesantren sama seperti yang dia alami saat menempuh pendidikan di seminari. Bahwa proses pendidikan itu mengajarkan proses dan kesabaran.

Posted in , | Leave a comment

Sinopsis "Negeri 5 Menara"

Alif lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya adalah berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, bermain bola di sawah berlumpur dan tentu mandi berkecipak di air biru Danau Maninjau.

Tiba-tiba saja dia harus naik bus tiga hari tiga malam melintasi punggung Sumatera dan Jawa menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah Ibunya: belajar di pondok.

Posted in , | Leave a comment